0

Fate Destin Accident

Fate
Destin
Or anything else
Basically have a thousand definitions
But what about accident?
Does it belong to fate or destiny?

I do know you. I met you. Accidentally. Wait, does it an accident? We know each other. And everything that happens after all. Even we have the same feeling. Does it still an accident? No. I don’t think so.
Somehow we were meant to, accidentally.

Advertisements
0

Midnight Merana

Jam selalu berlari
Tanpa henti
Meninggalkanku tak berarti
Dalam balutan malam suci

Hujan meresonansikan rindu
Kepada sosok dalam kalbu
Tempat biasa mengadu
Dulu…
Ketika masih ada waktu

Hening di mana-mana
Mengingatkan kenangan bersama
Kenangan semanis gula
Yang selamanya akan bersisa

Ah, apa guna aku bersedih
Takkan ada yang memberi kasih
Hanya ada perih
Dan pedih

Di malam yang suci ini…

Selamat ber-midnight ria.

0

“hanarous”

Halo hai hola!! Selamat datang di blog lama tapi baru (?) Oh iya, gini, aku mau ngasih tau *pembaca bubar* *orang gaada yang baca* *garuk garuk aspal* kalo kemarin aku ganti url blog *trus kenapa*. Gini gini, temen aku ada yang nanyain “han, blog-mu kok udah gaada?” Dan seketika aku nangis *lebay* *engga deng* karena ada satu pembaca tetap blogku *krik abis*. Trus aku kasih tau ke dia “somebodynamedhana-nya ganti hanarous” trus dia nanya “apa itu? hanakurus?” *jungkir balik pake idung* *engga deng, gabisa sih*
Nah, kalo kalian juga kepo apa itu hanarous, *gaada yang nanya* aku mau kasih tau.
hanarous itu dari kata Hana (nama aku sendiri) sama rous itu sebenarnya dari kata humorous. Tau kan? Tau dong, tau aja ya *maksa*. Humorous itu character trait, artinya lucu. Trus iseng iseng deh aku ganti humo-nya jadi hana. Udah sih gitu doang.Gaada maksud lain. Jadi, kalian bisa mengartikan kalo aku itu *cough* *cough* l u c u *cough* *cough* hahaha ngga deng, bercanda doang.
Oke, dadah. Mau les kimia dulu *gaada yang nanya* *makan tembok* *eh engga deng* hahaha.

0

Sebuah Puisi

Angin malam berembus
Membelai pipi dengan lembut
Ikut merasakan apa yang kurasakan
Dan apa yang tidak kurasakan

Bintang-bintang menemani
Seperti seharusnya seorang teman
Berkilauan seperti permata
Yang bertaburan abstrak di angkasa

Langit mulai melepas jubahnya
Menyanyikan sebuah lullaby
Untuk mereka yang saling merindu
Supaya lekas menarik selimut

Apalah arti malam yang indah ini
Tanpa seseorang di samping
Sebagai pelipur lara
Atau penghibur hati

Ratusan kilometer kita berdiri
Semoga rindu ini terus terjaga
Sampai kelak kita bertemu
Dan semoga selalu dalam lindungan-Nya
.
.
.
.
.
Pangeran manisku.

0

Renungan Petang

Ini ceritanya aku lagi di dalem bus *bukan cerita sih, emang beneran* trus throwback. Eh bentar, aku ceritain dari awalnya dulu *pembaca bubar* *lho jangan*
Aku lagi perjalanan pulang dari Semarang, 27 April 2014 trus cuaca Semarang sedang hujan rintik-rintik, lebih pasnya sih habis hujan. Ratusan tetesan hujan dari atas jendela bus di luar mengalir setiap kali bus bergerak. Dan hanya satu tetes air hujan yang berhasil menarik perhatianku. Satu tetes yang tidak bergeming. Hanya diam di tempat.
Zedd’s Clarity was on *waktu itu aku emang lagi dengerin lagu ini*. Kemudian, ada satu tetes lain yang turun menghampiri air yang diam tadi. Mereka dekat. Sangat dekat. Namun tidak bersatu. Hanya diam juga. Dalam jarak kurang dari satu sentimeter.
Bus berjalan, air kedua kembali menetes di kaca jendela. Tidak mendekat, justru menjauh. Dan semakin menjauh. Namun kemudian, sebuah kekuatan mendorong air tetes pertama untuk menetes mendekati air yang meninggalkannya tadi. Dan pas itu, liriknya lagu pas banget if our love is tragedy, why are you my remedy? Rasanya relatable gitu, air yang tadi diam bergerak menyusul air yang meninggalkannya. Dan… pas si Foxes nyanyi bagian if our love’s insanity, why are you my clarity? Kedua tetesan air tadi bersatu dan turun bersama.
Dan kemudian aku merenung, dalam diam. Sementara bus terus melaju, aku menyadari suatu hal. Seperti ada keterkaitan antara tetes air hujan di kaca jendela bus, lagu Clarity-nya Zedd, sama ceritaku.
Hei kamu, apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Apakah ada kemungkinan kalau kita seperti dua tetesan air hujan itu? Jika cinta kita berakhir tragedi, mengapa kau menjadi pengobatanku? Jika cinta kita memang gila, mengapa kau menjadi pencerahanku?
If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love’s insanity, why are you my clarity?

0

15

Selamat tanggal 15; bagi yang menyesalinya hehehe.

Kamu nyesel sama tanggal 15?
Engga, aku ngga menyesali kok, cuma mau ngucapin selamat ke yang menyesali aja hehehe. Buat apa repot-repot menyesali tanggal 15 kalo kamu punya tanggal spesial sepuluh hari lagi?

Trus yang kamu maksud menyesali siapa?
Siapa ya, siapa aja deh yang pernah salah langkah pas tanggal ini, trus nangis-nangis di tanggal 15 di tiap bulannya. Hehehe #sorrynotsorry sih.

Emang ada apa sih di tanggal 15?
Ngga ada apa-apa kok, cuma lelucon konyol yang ngga lucu.

Once more, Selamat Tanggal 15 Bagi yang Menyesalinya.

0

S O R R Y

If I ever cross on your mind right now, I want you to understand, and to know, and forgive me.

I’m truly sorry and apologize of everything that I did. I’d let you down. I did. You always ask me to come but I’d never get there. You always ask me to cheer you up but I’d never do my best.
I feel so sorry, I guess we’re no match; you really are a great great great guy, but I’m not really that great girl.
Once more, I apologize. I hope you get it, and don’t get mad at me.

((dedicated to a guy who; has sharp eyes, different accents, and honest personality))