Image
3

Galau

Galau

Ketika 14 judul buku karya Roald Dahl yang selalu aku impikan tepat di depan mata, dompet sedang jauh dari keinginan. *sigh*

Advertisements
0

What I’ve Learned

Ted selalu mengatakan kalau satu kata bisa mengubah seluruh dunia. Terdengar sedikit konyol mungkin, namun ternyata apa yang dikatakan musuh Lucas itu memang benar.

Ibu mengajariku bahwa segalanya, pada akhirnya bergantung pada waktu. Satu detik, satu menit, satu jam, bisa membuat segalanya berubah tanpa disadari.

Lissa meyakinkanku bahwa semua orang, ya semua orang—tanpa terkecuali—pasti mempunyai sifat lembut dalam dirinya, meskipun orang itu orang terjahat di dunia.

Chloe pernah berkata padaku untuk selalu berpikir dengan jernih dalam menghadapi sebuah masalah. Jangan hanya gunakan asumsi amatir saat ada masalah yang mengejutkan.

Namun, yang terpenting dari semuanya, adalah apa yang telah Dexter ajarkan padaku. Apa yang telah Ted, Ibu, Lissa, dan Chloe hanya penjabaran dari kesimpulan milik Dexter.

Dia berkata…

Hei, bagaimana harimu?
Aku tiba-tiba berpikir pada diriku sendiri bahwa kita mempunyai kesamaan. Ketertarikan alami, jika kau mengerti maksudku. Kurasa sesuatu yang besar akan terjadi. Pada kita berdua. Bahwa kita, sebenarnya ditakdirkan untuk bersama. Apa kau tidak merasakannya?

Ya. Itulah pelajaran paling berharga dari Dexter. Bahwa dia percaya pada cinta dan yakin bahwa kebenaran itu memang ada dalam cinta.

Ted benar. Hanya satu kata “Hei” yang kemudian berhasil membuat awal dan akhir musim panas Remy menjadi penuh makna.

Ibu benar. Segalanya benar-benar berubah setelah pertemuan Dexter dengan Remy itu.

Lissa sangat benar. Dan Dexter sendiri telah membuktikannya.

Chloe pun juga benar. Dan lagi, Dexter sendiri yang telah membuktinya.

Namun, apa yang telah Remy lakukan dan ajarkan?

Remy membuat kesalahan, dia merasa menyangkal semua yang dikatakan karakter-karakter sebelumnya. Namun, dia menyadarinya dan meminta maaf pada Dexter atas semua yang telah dilakukannya. Semuanya.

Begitulah. Akhir yang bahagia.

0

This Lullaby

Image

This lullaby is only a few words
A simple run of chords
Quiet here in that spare room
But you can hear it, hear it
Wherever you may go
I will let you down
But this lullaby plays on…

Begitulah, lirik lagu This Lullaby ciptaan Thomas Custer yang beberapa kali disitir di novel terjemahan karya Sarah Dessen yang udah lama beli tapi baru baca akhir-akhir ini.

Ceritanya tentang seorang remaja bernama Remy yang berumur 19 tahun, baru saja lulus dari SMA dan siap melanjutkan kuliah jauh dari kotanya. Ayahnya yang seorang musisi bercerai dengan ibunya dan kemudian meninggal tidak lama setelah itu. Gadis pirang itu tinggal bersama ibu dan kakak laki-lakinya, Chris. Karena hobi ibunya yang suka gonta-ganti-pasangan sampai akhirnya menikah untuk kelima kalinya, membuat Remy berpikir bahwa cinta itu hanya omong kosong dan dicari orang hanya untuk mendapatkan kesenangan. Dan hobi ibunya tersebut berhasil merubah sosoknya menjadi seorang yang apatis terhadap cinta.

Suatu hari, tanpa disengaja, saat ia menunggu Don (ayah tirinya yang keempat) di tempat kerjanya, Remy bertemu seorang pemuda berambut ikal yang bernama Dexter. Pemuda itu mengatakan bahwa mereka berdua memiliki ketertarikan alami dan diciptakan untuk hidup bersama. Remy menganggapnya sebagai hal konyol dan meninggalkannya.

Beberapa kali Remy sering bertemu dengan Dexter yang misterius itu setelah pertemuan pertama mereka. Dexter mempunyai kepribadian yang tak disukai Remy; tak teratur, kikuk, berantakan, dan juga implusif. Dan yang tak disangka Remy, ternyata Dexter adalah seorang musisi dan bermain sebagai vokalis di band yang menjadi pengiring pernikahan ibunya. Sejak saat itu, Dexter sering muncul secara tak disangka ketika Remy sedang kesepian, atau saat dia tidak sengaja termasuk dalam kasus pertengkaran.

Pada akhirnya, Remy pun mulai mencintai Dexter namun tetap tidak mengakui kalau dia adalah kekasihnya. Namun, tiba-tiba Remy memutuskan hubungannya dengan Dexter dan pergi meninggalkannya ke pemuda lain bernama Paul. Kakaknya, Chris, bertunangan dengan Jennifer Anne, namun masalah lain, ternyata Don mengkhianati ibu Remy. Keempat sahabat Remy yang selalu membantu masalah Remy akhirnya berhasil menyadarkannya kalau dia kosong dan membenarkan bahwa ia masih mencintai Dexter.

Pada akhirnya, Remy menyadarinya dan meminta maaf pada Dexter dan akhirnya mereka kembali bersama meskipun Remy harus berpisah dengan Dexter untuk kuliah. Dan di akhir cerita, Remy hanya bisa tertidur saat Dexter menyanyikan lagu This Lullaby, yang selama hidupnya ia benci.

Cerita selanjutnya masih berlanjut di novel Just Listen. Karena di gramedia cuma ada This Lullaby, jadi aku terpaksa menerima cerita nggantung di sini.

0

Karya Roald Dahl

Image

Semua novel karya Roald Dahl. Gue pengin ngoleksi semuanya, baru punya yang The BFG. Ngomong-ngomong soal Roald Dahl, jadi keinget Charlie and The Chocolate Factory. Tau ga? Gatau? Norak :p itu loh, film yang dibintangin Johnny Depp, *penonton mikirnya Jack Sparrow* -__-

Oh iya, *mau bagi wawasan* *penonton merapat*

Roald Dahl itu seorang novelist Inggris. Novelist anak tepatnya. Yang sering bikin cerita untuk anak-anak. Karyanya menarik, bagus, dan asyik gitu lah, meskipun itu buat anak-anak. Tau ga? Sebagian besar royalti Roald Dahl ini disumbangkan untuk amal, baik kaaann?

Sayangnya satu, kita udah ga bisa menikmati karya-karyanya lagi karena Dahl sudah meninggal 2005 silam. *ambil tissue*

Sekian. *penonton bubar lagi* *gue sendirian* 😐