0

Les Misérables Quotes & Trivia

Hai semua! (Masih) bahas film musikal fenomenal Les Misérables yaa. Di postingan kali ini aku mau bahas tentang kutipan-kutipan yang memorable di film Les Mis ini.

Marius: In my life, there is someone who touches my life. Waiting near…
Éponine: Waiting here…

Young Cosette: There is a lady all in white, holds me and sings a lullaby, she’s nice to hear and she’s soft to touch, she says “Cosette, I love you very much.” (Kesedihan si kecil Cosette yang merindukan ibunya)

Marius: Do I care if I should die now she goes across the sea? Life without Cosette means nothing at all… Please don’t weep, Cosette, should Marius fall. Will you weep, Cosette, for me? (Marius lagi galauin Cosette)

Marius: Oh, my friends! My friends, don’t ask me what your sacrifice was for! Empty chairs at empty tables, where my friends shall sing no more.

Jean Valjean: Who am I?
Marius: You’re Jean Valjean…
Fantine: I had a dream my life would be so different from this hell I’m living!
Jean Valjean: To love another person is to see the face of God.
OH YA, ada beberapa fakta dibalik layar Les Misérables:
  • Hugh Jackman (Jean Valjean) tidak minum selama 36 jam dan membuat pipi dan matanya berubah dan membuatnya makin tampak seperti seorang tahanan.
  • Emma Watson ikut nominasi buat jadi Cosette lho.
  • Lea Michele juga ikut nominasi, tapi buat peran Éponine.
  • Eddie Redmayne ikut audisi lewat iPhone nya. Dia rekam dirinya waktu nyanyi trus dikirimin.
  • Anne Hathaway beneran potong rambutnya jadi pendek.
  • Sebenernya film nya itu 4 jam dengan 15 buat battle, tapi dipendekin jadi 2 jam setengah. 15 menitnya dipotong.
  • Dari sumber novelnya Victor Hugo, nama “Cosette” sebenernya bukan nama aslinya. Nama aslinya “Euphrasie”. Nama “Cosette” sendiri adalah nama panggilan dari ibunya.
  • Di novel, Gavroche adalah adik dari Éponine.
Sampe di sini dulu. Kapan-kapan trivia sama quotes film yang lain. Kalau aku udah nonton lho ya.
See ya!
Vive La France!
0

The Cast of Les Misérables

Image

Hugh Jackman sebagai Jean Valjean

Image

Fantine diperankan oleh Anne Hathaway.Image

Marius dan Cosette yang masing-masing diperankan oleh Eddie Redmayne dan Amanda Seyfried.Image

Russell Crowe memerankan Inspektur Javert

Image

Pasangan Thérnadier lol

Image

Samantha Barks as Éponine

Image

Si pemberani Gavroche yang dimainkan oleh Daniel Huttlestone. FYI, Daniel itu satu tahun lebih muda dari aku.

Image

Little Cosette yang diperankan oleh Isabelle Allen.

THE SCENES

Image

Jean Valjean yang membawa Cosette kecil dari kejaran Javert

Image

Kemenangan pasukan barikade melawan pasukan Javert

0

Les Misérables

Halo semua! Lama ga jumpa ya, hehe. Oh ya, kali ini aku mau bedah film tentang Les Misérable. Ada yang udah lihat? Kalo yang belum, aku mau ceritain sinopsisnya. So, check this out.

Les-Miserables-Poster1 Ini posternya.

Jadi ceritanya, tentang Revlousi Prancis di Prancis pada abad ke-19-an, ada seorang tahanan atau budak yang namanya Jean Valjean (Hugh Jackman). Dia sudah diperbudak selama 19  tahun dibawah pimpinannya yang kejam, Javert (Russell Crowe) karena telah mencuri sebongkah roti untuk anak adiknya. Akhirnya dia  kabur dan berkelana jauh. Dia datang ke sebuah gereja dan diperlakukan dengan amat sangat baik oleh pastur di situ. Tapi di waktu malam dia malah nyolong cangkir-cangkir dan kabur. Namun dia berhasil ketangkap dan dibawa balik ke pasturnya. Sang pastur tidak marah, malah dia lepasin tuh Valjean. Dan saat itu Jean Valjean sadar akan dosa masa lalunya dan bertobat.

Di lain cerita, ada seorang tukang pabrik perempuan yang namanya Fantine (Anne Hatheway). Dia dipecat dari pabrik dan pergi untuk mencari anaknya, Cosette (Isabelle Allen) yang dijadikan pembantu di sebuah rumah milik keluarga licik. Namun rupanya Fantine salah jalan sehingga dia malah ke tempat kumuh yang penuh dengan pelacur. Dia dihabisi sama orang-orang di situ. Digunduli rambutnya, dicabutin giginya, dan nyaris diperkosa. Namun pada saat itu Jean Valjean, yang waktu itu jadi walikota, datang nyelamatin Fantine.

Fantine mengalami masa yang sangat berat waktu itu hingga akhirnya dia meninggal. Pas itu dia cerita sama Jean Valjean kalau dia punya putri kecil yang namanya Cosette. Jean Valjean pun berjanji akan melindungi Cosette setelah Fantine meninggal. Waktu itu, Javert, yang rupanya sudah naik pangkat jadi polisi keamanan kota nemuin Jean Valjean. Dia yang dulunya seorang sipir tahanan Valjean pun sadar kalau walikotanya selama ini adalah mantan tahanannya dulu. Dia pun kesal dan hendak menghabisi Valjean, namun Valjean berhasil kabur dulu.

Jean Valjean datang ke rumah tempat Cosette diperbudak. Rumah itu milik pasangan Thérnadier (Sacha Baron Cohen dan Helena Bonham Carter). Pasangan Thérnadier ini konyol banget, setiap ada tamu yang datang, mereka pasti ngambil barang mereka satu persatu hingga sang tamu kembali dengan tangan kosong. Pasangan ini punya putri yang seumuran dengan Cosette yang bernama Éponine. Éponine ini sangat dimanja sama orang tuanya.

Jean Valjean menemukan Cosette kecil tengah menimba air di sumur dekat hutan dan membawanya. Namun sebelum Jean Valjean mengambil alih Cosette, dia meminta izin dulu kepada keluarga Thérnadier. Thérnadier pun menyetujui dengan bayaran 1500 franc. Setelah Jean Valjean menjadi sosok ayah dan ibu bagi Cosette, mereka pun pergi. Dan Javert yang tahu maksud Jean Valjean hendak membawa Cosette pun datang ke rumah Thérnadier dan menanyakan dimana Cosette. Namun Thérnadier pun mengatakan bahwa mereka telah pergi dan tak memberi alamat.

Javert yang terus bergerak mencari Jean Valjean dan Cosette pun akhirnya berhasil menemukannya. Jean Valjean berlari, Javert mengejar. Sampai akhirnya Jean Valjean pun selamat dari kejaran Javert bersama Cosette kecil yang masih aman di pelukannya.

9 tahun kemudian, di pelosok kota Paris, terdapat sekumpulan masyarakat miskin yang meminta keadilan kepada pemerintahan dan menginginkan Revolusi Prancis dengan berdemo di alun-alun. Seorang bocah bernama Gavroche (Daniel Huttlestone) berlari kian kemari mengejar orang-orang kaya yang melintasi alun-alun kota. Lalu ada sekumpulan masyarakat yang sangat menentang pada pemerintahan yang dinilai sangat tidak adil. Marius (Eddie Redmayne), Enjolras (Aaron Tveit), dan beberapa pria lain adalah pelopor terjadinya demo di alun-alun. Éponine (Samantha Barks), putri Thérnadier yang kini telah dewasa juga ikut merayakan demo di alun-alun kota. Ketika Javert dan pasukannya datang, demo pun dibubarkan.

Beberapa saat setelah demo dibubarkan, Jean Valjean bersama Cosette (Amanda Seyfried) yang telah dewasa tengah berjalan di sekitar alun-alun untuk memberi uang kepada orang-orang miskin di sekitar situ. Dan pada saat itu, Marius mengamati Cosette dan membuat dia jatuh hati padanya. Padahal, diam-diam Éponine telah memendam rasa pada Marius. Saat Jean Valjean dan Cosette melintasi rumah Thérnadier, keduanya sempat kepergok dan Monsieur Thérnadier menangkap Jean Valjean. Tanpa diduga, Éponine berteriak memanggil polisi dan Javert pun datang. Monsieur Thérnadier pun mengingatkan pada Javert kalau pria itu adalah narapidana yang dulu pernah dia bawahi. Saat itu Jean Valjean dan Cosette telah pergi.

Éponine yang kemudian ingat tentang Cosette benar-benar tak menyangka kalau teman kecilnya dulu kini telah tumbuh dengan cantik dan lebih parahnya, Marius tampaknya jatuh cinta padanya. Marius pun datang menemui Éponine dan menanyakan apakah dia mengenal gadis yang baru saja ia temui itu. Dia juga bertanya dimana gadis itu tinggal. Éponine yang semula ragu untuk memberitahu Marius, akhirnya mau setelah Marius sedikit memaksanya.

Malam hari di markas, ketika kawanan pria yang menentang pemerintahan untuk berevolusi berkumpul untuk rapat membahas tentang penggalangan massa untuk menumbangkan pemerintahan, Marius tampak berbeda. Seorang lainnya menebak ia telah jatuh cinta dan Marius hanya bisa tersipu. Rapat berlanjut dan kemudian selesai dengan Marius yang meninggalkan markas karena Éponine datang dengan berita tentang Cosette.

Di lain rumah, seorang gadis pirang yang jelita hanya duduk di antas ranjangnya yang merasa dirinya juga telah jatuh cinta pada pria yang secara tak sengaja dia temui di alun-alun. Malam itu juga, Marius yang telah meninggalkan markas, menemui Éponine untuk memintanya mengantar ke rumah Cosette. Éponine pun mau mengantarkan Marius ke rumah Cosette. Cosette yang saat itu tengah berada di halaman belakangnya bertemu dengan Marius. Marius memperkenalkan dirinya dan begitupun dengan Cosette. Namun pada saat itu Jean Valjean memanggil putrinya dan Cosette segera meninggalkan Marius.

Éponine yang merasa patah hati hanya bisa diam tak jauh dari rumah Cosette. Dan pada saat itu, Monsieur Thérnadier datang dan memarahi Éponine habis-habisan. Éponine berteriak keras yang membuat Jean Valjean terbangun dan membangunkan Cosette untuk segera meninggalkan rumah mereka. Sebelum pergi, Cosette meninggalkan surat kecilnya untuk Marius di pagar halaman belakang. Éponine yang melihat surat itu pun memungutnya tanpa membukanya sedikit pun. Dia pun hanya bisa menangis bersama guyuran hujan di malam hari. Marius yang tahu Cosette telah pergi bersama ayahnya kecewa.

Di pagi hari, ketika ada penyambutan masyarakat moderat ke pelosok Paris, Marius, Enjolras, dan pelopor lainnya justru menggunakan momen ini untuk berdemo. Ketika kereta kuda datang, mereka langsung mengambil alih kereta dan membangkitkan semangat masyarakat sekitar. Dan tak lama kemudian, beberapa pasukan keamanan datang. Namun Marius dan Enjolras berada dalam posisi waspada dengan senjata api di tangan masing-masing.

Pertempuran pun terjadi ketika salah satu warga ada yang tertembak secara tak sengaja. Semuanya menyerang. Javert yang saat itu tengah menyamar menjadi warga lokal pun ikut membantu para pendemo. Mereka meminta barang-barang di setiap rumah warga untuk dijadikan barikade. Javert yang masih belum mengaku hanya mengamati semuanya bekerja untuk membuat barikade.

Malam harinya, Javert datang dan berbohong pada semuanya yang ada di barikade bahwa pasukannya tidak akan datang malam ini. Namun si kecil Gavroche tak mempercayai dan mengatakan bahwa pria itu adalah Inspektur Javert yang pernah dia temui di alun-alun. Segera semuanya menangkapnya dan melumpuhkannya. Setelah itu, pasukan Javert pun datang dan mereka mulai berperang.  Namun pasukan barikade berada dalam posisi yang tepat, sehingga mereka tidak terkejut dengan kedatangan mereka.

Pertempuran berlangsung cukup sengit, Marius yang nyaris tertembak, tanpa diduga diselamatkan oleh Éponine yang justru membuatnya tertembak. Akhirnya pertempuran pun berakhir ketika Marius hendak meledakkan barikade. Pasukan Javert pun kembali, sedangkan Javert masih menjadi sandraan pasukan barikade. Marius yang menghampiri Éponine merasa sangat bersalah padanya. Saat itu Éponine memberikan pesan dari Cosette yang selama ini ada padanya. Dan setelah itu Éponine pun meninggal.

Marius yang makin merasa bersalah akhirnya meminta Gavroche untuk mengirimkan pesan kepada Cosette. Gavroche yang merasa Marius telah menyelamatkan barikade dari pasukan Javert pun mau mengantarkannya. Saat Gavroche sampai di depan rumah Jean Valjean, dia segera memberikan pesannya. Setelah surat berpindah tangan, Jean Valjean tidak langsung memberikannya kepada Cosette, dia malah membaca isi surat itu. Jean Valjean kemudian menyadari bahwa akan ada pria lain yang akan mengubah hidupnya dengan merebut Cosette darinya. Ia pun merasa kesal dan hendak membunuh pengirim surat itu. Ia pun pergi tanpa memberi tahu Cosette mengenai surat dan kepergiannya.

Jean Valjean mengambil seragam pasukan Javert yang tewas dan menuju ke barikade sekaligus mengaku sebagai sukarelawan. Semula pasukan barikade tidak percaya dan menodong Jean Valjean. Mereka juga menunjukkan padanya tentang sandraannya, Javert, yang juga mengaku sebagai sukarelawan. Namun Gavroche mengatakan bahwa Jean Valjean bukanlah seorang mata-mata. Setelah itu, pasukan barikade yang merasa bahwa inilah saatnya untuk membalas dendam bagi Jean Valjean kepada Javert karena telah menahannya silam, memberikan Javert pada Jean Valjean.

Jean Valjean mengeluarkan pisau, namun diluar dugaan dia justru melepaskan tali tambang yang mengikat tangan Javert kemudian menyuruhnya pergi. Keadaan kembali semula, semuanya beristirahat dan cukup menikmati kemenangan mereka malam itu. Namun tidak bagi Marius. Dia merasa telah kehilangan Cosette dan merasa pula bahwa Cosette tak akan kembali padanya. Jean Valjean yang mendengar kesedihan hati Marius akhirnya pun merasa terenyuh dan bersumpah akan membawakan pria itu pada putrinya.

Keesokan paginya, pasukan Javert datang lagi untuk mengalahkan pasukan barikade. Gavroche yang maju tanpa senjata akhirnya tewas dan membuat pasuka barikade benar-benar murka. Mereka pun angkat senjata dan merasa lebih bersemangat. Di lain kubu, pasukan Javert juga tak kalah murka melihat kebangkitan mereka. Pertempuran berlangsung dengan sangat sengit. Banyak korban berjatuhan. Bahkan di akhir peperangan, ketika kubu barikade sudah tinggal beberapa orang, Enjolras tewas bersama yang lain. Namun Marius yang saat itu tak sadarkan diri berhasil dibawa oleh Jean Valjean untuk kabur melalui gorong-gorong kota.

Di gorong-gorong, tanpa diduga, Monsieur Thérnadier ada di sana dan menemukan Jean Valjean dan Marius. Monsieur Thérnadier mengambil cincin milik Marius tanpa diketahui Jean Valjean. Jean Valjean yang membawa Marius di punggungnya keluar dari gorong-gorong dan bertemu dengan Javert. Javert tetap mengacungkan pistol ke arah mereka, namun tidak juga membunuhnya. Hingga akhirnya dia sadar dan bunuh diri dengan terjun dari atas bangunan dan jatuh di sungai.

Marius tersadar dan dia berada di sebuah gereja. Setelah merasa lebih baik, dia kembali ke rumahnya dan merasa kehilangan teman-temannya yang tewas dalam peperangan. Namun di sisi lain, Jean Valjean merestui bahwa putrinya akan menikah dengan Marius. Ketika mereka tengah berdua, Jean Valjean memberitahu Marius bahwa ia akan beristirahat ke tempat yang jauh dan Cosette tidak akan pernah tahu. Marius pun menyanggupinya untuk tidak memberitahu Cosette.

Di hari pernikahan mereka, pasangan Thérnadier datang lagi dan Marius menyadari itu. Monsieur Thérnadier memberitahu Marius bahwa ia telah mendapatkan sebuah cincin dari mayat yang dibawa Jean Valjean. Marius pun sadar bahwa yang menyelamatkan dirinya di peperangan saat itu adalah Jean Valjean. Dengan segera, Marius membawa Cosette untuk pergi dan menuju ke sebuah gereja dimana Jean Valjean akan menghabiskan sisa hidupnya.

Marius dan Cosette pun datang. Jean Valjean berpesan kepada Marius untuk menjaga Cosette dengan baik. Pada Cosette, dia juga memberikan sebuah pesan terakhir untuknya. Sosok Fantine pun datang dan bernyanyi pada Jean Valjean supaya mengikutinya ke sebuah tempat abadi dimana ketidak adilan sudah tidak berlaku lagi. Dan setelah itu pun Jean Valjean meninggal.

Ketika sosoknya keluar dari gereja, dia melihat ratusan masyarakat di alun-alun kota tengah bernyanyi bersama. Enjolras, Gavroche, Éponine, Fantine dan yang lainnya juga ada di sana menyanyikan lagu kemenangan.

FIN

Filmnya bagus banget lho. Sebenernya yang bikin bagus bukan ceritanya, menurutku sih ceritanya yaaaa bagus, tapi ga bagus-bagus amat. Soalnya cerita yang tentang abad 19, perbudakan, perang-perang, atau apalah itu kan banyak macamnya. The Three Musketeer contohnya. Tapi film ini jadi makin bagus soalnya tiap dialognya pake lagu. Jadi mereka semua dialog sambil nyanyi gitu.Ini yang bikin unik. FYI, Les Misérable ini mendapat rekor Film Musikal Fenomenal dengan Durasi Terpanjang. Jadinya bikin lebih bagus. Apalagi lagu di ending-nya (finale) itu bagus banget. Oh ya, buat tips aja, bagi yang belum nonton, aku saranin jangan nonton malem-malem atau pas ngantuk berat. Soalnya ntar bisa tidur. Seolah di nina boboin sama Hugh Jackman dkk.

Ada banyak versi sih sebenernya, cuma mungkin Les Misérable yang ini yang terbaik. Oh ya, menurutku sih, film fiksi sejarah ini lebih ke film keagamaan gitu. Soalnya banyak liriknya yang mengandung unsur keagamaan. Jadi harus punya iman yang kuat. Lol.

Oh ya, satu lagi. KALIAN WAJIB NONTON FILM INI!

Udah dulu ya, kapan-kapan lagi kita bedah film yang lain.

See ya!
Vive La France!

http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_Perancis