0

Fate Destin Accident

Fate
Destin
Or anything else
Basically have a thousand definitions
But what about accident?
Does it belong to fate or destiny?

I do know you. I met you. Accidentally. Wait, does it an accident? We know each other. And everything that happens after all. Even we have the same feeling. Does it still an accident? No. I don’t think so.
Somehow we were meant to, accidentally.

0

Midnight Merana

Jam selalu berlari
Tanpa henti
Meninggalkanku tak berarti
Dalam balutan malam suci

Hujan meresonansikan rindu
Kepada sosok dalam kalbu
Tempat biasa mengadu
Dulu…
Ketika masih ada waktu

Hening di mana-mana
Mengingatkan kenangan bersama
Kenangan semanis gula
Yang selamanya akan bersisa

Ah, apa guna aku bersedih
Takkan ada yang memberi kasih
Hanya ada perih
Dan pedih

Di malam yang suci ini…

Selamat ber-midnight ria.

0

Sebuah Puisi

Angin malam berembus
Membelai pipi dengan lembut
Ikut merasakan apa yang kurasakan
Dan apa yang tidak kurasakan

Bintang-bintang menemani
Seperti seharusnya seorang teman
Berkilauan seperti permata
Yang bertaburan abstrak di angkasa

Langit mulai melepas jubahnya
Menyanyikan sebuah lullaby
Untuk mereka yang saling merindu
Supaya lekas menarik selimut

Apalah arti malam yang indah ini
Tanpa seseorang di samping
Sebagai pelipur lara
Atau penghibur hati

Ratusan kilometer kita berdiri
Semoga rindu ini terus terjaga
Sampai kelak kita bertemu
Dan semoga selalu dalam lindungan-Nya
.
.
.
.
.
Pangeran manisku.

0

3 Rules

Pernah mikir atau seenggaknya terpikir untuk bikin dunia ini damai? Pernah ga? Pernah dong. Pernah aja ya *maksa*
Aku pernah. Dan itu aku pas lagi ga sengaja mikir gitu. Tapi, yang bikin aku lebih mikir lagi itu caranya. Iya, caranya. Cara biar dunia ini damai dan sejahtera.
Dan yang terpikir olehku saat itu cuma tiga cara. Iya, cuma tiga. Cuma tiga, tapi mungkin manfaatnya lebih dari tiga. Mungkin.
Apa tiga itu? Ini dia:
1. Tanam rasa cinta damai dari dalam diri sendiri. Kenapa harus dari dalam diri? Karena semua hal yang kita pikirkan, semua hal yang ingin kita lakukan secara bersama, dimulai dari diri sendiri. Seperti seorang guru pada muridnya. Guru, jika ingin murid-muridnya rajin, ia harus membuat dirinya rajin. Yang dimana murid bisa meneladaninya. Sama halnya dengan ini. Kita semua ingin damai, kita harus mendamaikan diri kita dulu dengan rasa cinta damai itu *beuh bahasanya*
2. Bawa prinsip stop racist, whoever you are, if you nice to me, I’ll be nice to you (Eminem). Apa maksud kalimat ini? Maksudnya, biasakanlah diri kita untuk berprasangka baik pada semua orang. Ya, SEMUA. Dengan berbaik sangka kita akan lebih mudah mengenal orang lain dengan baik. Selain itu, biasakan juga untuk tidak SARA atau rasis pada orang lain. Anggap saja semua orang itu sama saja. Tidak perlulah membeda-bedakan gen, kepercayaan, atau golongan lain dengan orang lain. Toh, sama-sama manusia kan?
3. Sebarkan rasa cinta damai secara bertahap dan bawa rasa cinta itu sampai ke tingkat organisasi tertinggi.
Jika poin nomor 1 dan 2 sudah benar-benar yakin telah dilakukan, cobalah ke nomor 3. Apa maksudnya bertahap? Bertahap disini artinya kita menyebarkan ke orang terdekat dulu seperti; keluarga, kerabat, dan teman. Kemudian merambat ke orang-orang yang lebih jauh dari kita. Begitu seterusnya.
Dan apa maksud tingkat organisasi tertinggi? Maksud dari organisasi di sini adalah negara. Negara. Negara adalah organisasi tertinggi yang berhak ‘mengatur’ rakyatnya. Para wakil rakyat dalam pemerintahan bisa saja membuat kebijakan baru menyinggung hal perdamaian kepada rakyatnya. Rakyat akan sangat senang jika pemerintah memberinya contoh yang nyata.Jika semua orang dalam pemerintahan negara memiliki mindset seperti poin nomor 1 dan 2, dan semua negara di seluruh belahan dunia juga menganutnya, bayangkan saja apa yang bisa terjadi. Perdamaian. Perdamaian. Perdamaian.
Freedom is in our hands, it’s our choice. Kita tidak mencari perdamaian, tapi memilihnya. Perdamaian selalu ada di setiap detik kehidupan kita, tapi apa? Apakah kita sudah mendapatkannya? Belum. Karena manusia terlalu sibuk dengan mencarinya sampai lupa bahwa perdamaian seharusnya dipilih. Bukan dicari.
Mungkin, dengan tiga poin yang sederhana tadi bisa memberi lebih dari tiga poin manfaat. Just imagine, jika semua orang berprasangka baik, berbuat baik, dan punya rasa cinta pada yang lain, apa yang terjadi? Barangkali, mungkin saja, bisa saja, semua kerusakan yang terjadi di dunia ini tidak akan pernah terjadi. Seperti; berbagai perang di timur tengah karena perbedaan kepercayaan, pertumpahan darah karena perbedaan gen, kriminalitas yang marak terjadi di sekitar kita, dan bencana-bencana akibat ulah manusia. Mereka mungkin tidak akan sempat untuk melakukan hal seperti itu, karena mereka sibuk berbuat baik dengan yang lain.
Setelah itu, mungkin pada masa itu terjadi, bisa dikatakan dunia telah damai, dunia telah layak untuk dihuni, dunia telah pantas untuk ditinggali.

Salam perdamaian

Hana Annida

0

Renungan Petang

Ini ceritanya aku lagi di dalem bus *bukan cerita sih, emang beneran* trus throwback. Eh bentar, aku ceritain dari awalnya dulu *pembaca bubar* *lho jangan*
Aku lagi perjalanan pulang dari Semarang, 27 April 2014 trus cuaca Semarang sedang hujan rintik-rintik, lebih pasnya sih habis hujan. Ratusan tetesan hujan dari atas jendela bus di luar mengalir setiap kali bus bergerak. Dan hanya satu tetes air hujan yang berhasil menarik perhatianku. Satu tetes yang tidak bergeming. Hanya diam di tempat.
Zedd’s Clarity was on *waktu itu aku emang lagi dengerin lagu ini*. Kemudian, ada satu tetes lain yang turun menghampiri air yang diam tadi. Mereka dekat. Sangat dekat. Namun tidak bersatu. Hanya diam juga. Dalam jarak kurang dari satu sentimeter.
Bus berjalan, air kedua kembali menetes di kaca jendela. Tidak mendekat, justru menjauh. Dan semakin menjauh. Namun kemudian, sebuah kekuatan mendorong air tetes pertama untuk menetes mendekati air yang meninggalkannya tadi. Dan pas itu, liriknya lagu pas banget if our love is tragedy, why are you my remedy? Rasanya relatable gitu, air yang tadi diam bergerak menyusul air yang meninggalkannya. Dan… pas si Foxes nyanyi bagian if our love’s insanity, why are you my clarity? Kedua tetesan air tadi bersatu dan turun bersama.
Dan kemudian aku merenung, dalam diam. Sementara bus terus melaju, aku menyadari suatu hal. Seperti ada keterkaitan antara tetes air hujan di kaca jendela bus, lagu Clarity-nya Zedd, sama ceritaku.
Hei kamu, apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Apakah ada kemungkinan kalau kita seperti dua tetesan air hujan itu? Jika cinta kita berakhir tragedi, mengapa kau menjadi pengobatanku? Jika cinta kita memang gila, mengapa kau menjadi pencerahanku?
If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love’s insanity, why are you my clarity?

0

S O R R Y

If I ever cross on your mind right now, I want you to understand, and to know, and forgive me.

I’m truly sorry and apologize of everything that I did. I’d let you down. I did. You always ask me to come but I’d never get there. You always ask me to cheer you up but I’d never do my best.
I feel so sorry, I guess we’re no match; you really are a great great great guy, but I’m not really that great girl.
Once more, I apologize. I hope you get it, and don’t get mad at me.

((dedicated to a guy who; has sharp eyes, different accents, and honest personality))

0

Lost

I’m lost. It’s not kind of trapped or something. But I’m lost. In my own dream. Ever since you’d gone away.

I’m lost. And everything that I’d dreamed about have gone. Nobody knows. Including me. All the sweetness and happiness. And the only thing I would miss forever. You.

I’m lost. And there’s no way home. There’s no home in my dream. The only home was when I keep staring at your sharp eyes. And you’d gone. So where is the right place for me?

I’m lost. And I’m insecure. It’s like “let go someone I don’t want to, but I must to”. You’d gone for no reason. You’d just gone. Where are you? Is my dreamland not good enough for you?

I’m lost. And bad thing happens, I miss you. I miss you messing my dreams up. I miss your sweet smile, your different accent, your board shoulders, and your honest personality.

I’m lost. And there’s nothing I could do. All I could do is just hoping. Please come back to my mind. To the world when I close my eyes. To the world when nobody knows, here, beneath my skin.