Sebuah Balada

Kalo aku bilang aku bukan siapa-siapamu, kamu  bakal gimana?
Mengacuhkanku? Makin penasaran? Atau yang lainnya?

Aku juga ga yakin. Sama sekali. Kamu susah ditebak. Misterius, tapi sangat manis
Karena sejujurnya, aku suka kamu
Selama ini
Tapi kamu ga kenal aku
Sama sekali

Aku sangat mengagumimu
Semua yang kamu miliki, mengagumkan
Dan sudah sekian lamanya kuharap kita bisa saling mengenal
Walau hanya bertegur sapa

Dan sampai saat ini, aku (masih) memendamnya
Hingga kurasakan hatiku merintih sakit
Aku ingin. Untuk bisa. Setidaknya. Mengenalmu. Lebih dekat.
Apakah harus sesulit ini?
Apakah harus selama ini?
Apa lagi yang harus kutunggu?

Dapatkah kau merasakan apa yang kurasakan, Sayang?
Semuanya, yang dialami semua pengagum rahasia di seluruh dunia

Sampai kemudian aku menyadarinya
Ini hanya urusan waktu
“Semua ada waktunya sendiri-sendiri,” begitu kata orang-orang bijak
Apakah ini juga karena waktu? Mungkin.

Di akhir, aku hanya ingin kamu tau dan percaya
Jikalau kamu masih terus bertanya siapa sebenarnya aku
Biarlah waktu yang menjawab
Karena sejatinya aku belum siap dan belum punya nyali untuk membalasnya


HUO HANA GALAU.

Engga galau kok, cuma mau nyampein perasaan pas m a s i h jadi pengagum rahasia HEU

Pas masih, berarti pernah dong.

Iya, pernah. Ya pernahlaah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s