0

3 Rules

Pernah mikir atau seenggaknya terpikir untuk bikin dunia ini damai? Pernah ga? Pernah dong. Pernah aja ya *maksa*
Aku pernah. Dan itu aku pas lagi ga sengaja mikir gitu. Tapi, yang bikin aku lebih mikir lagi itu caranya. Iya, caranya. Cara biar dunia ini damai dan sejahtera.
Dan yang terpikir olehku saat itu cuma tiga cara. Iya, cuma tiga. Cuma tiga, tapi mungkin manfaatnya lebih dari tiga. Mungkin.
Apa tiga itu? Ini dia:
1. Tanam rasa cinta damai dari dalam diri sendiri. Kenapa harus dari dalam diri? Karena semua hal yang kita pikirkan, semua hal yang ingin kita lakukan secara bersama, dimulai dari diri sendiri. Seperti seorang guru pada muridnya. Guru, jika ingin murid-muridnya rajin, ia harus membuat dirinya rajin. Yang dimana murid bisa meneladaninya. Sama halnya dengan ini. Kita semua ingin damai, kita harus mendamaikan diri kita dulu dengan rasa cinta damai itu *beuh bahasanya*
2. Bawa prinsip stop racist, whoever you are, if you nice to me, I’ll be nice to you (Eminem). Apa maksud kalimat ini? Maksudnya, biasakanlah diri kita untuk berprasangka baik pada semua orang. Ya, SEMUA. Dengan berbaik sangka kita akan lebih mudah mengenal orang lain dengan baik. Selain itu, biasakan juga untuk tidak SARA atau rasis pada orang lain. Anggap saja semua orang itu sama saja. Tidak perlulah membeda-bedakan gen, kepercayaan, atau golongan lain dengan orang lain. Toh, sama-sama manusia kan?
3. Sebarkan rasa cinta damai secara bertahap dan bawa rasa cinta itu sampai ke tingkat organisasi tertinggi.
Jika poin nomor 1 dan 2 sudah benar-benar yakin telah dilakukan, cobalah ke nomor 3. Apa maksudnya bertahap? Bertahap disini artinya kita menyebarkan ke orang terdekat dulu seperti; keluarga, kerabat, dan teman. Kemudian merambat ke orang-orang yang lebih jauh dari kita. Begitu seterusnya.
Dan apa maksud tingkat organisasi tertinggi? Maksud dari organisasi di sini adalah negara. Negara. Negara adalah organisasi tertinggi yang berhak ‘mengatur’ rakyatnya. Para wakil rakyat dalam pemerintahan bisa saja membuat kebijakan baru menyinggung hal perdamaian kepada rakyatnya. Rakyat akan sangat senang jika pemerintah memberinya contoh yang nyata.Jika semua orang dalam pemerintahan negara memiliki mindset seperti poin nomor 1 dan 2, dan semua negara di seluruh belahan dunia juga menganutnya, bayangkan saja apa yang bisa terjadi. Perdamaian. Perdamaian. Perdamaian.
Freedom is in our hands, it’s our choice. Kita tidak mencari perdamaian, tapi memilihnya. Perdamaian selalu ada di setiap detik kehidupan kita, tapi apa? Apakah kita sudah mendapatkannya? Belum. Karena manusia terlalu sibuk dengan mencarinya sampai lupa bahwa perdamaian seharusnya dipilih. Bukan dicari.
Mungkin, dengan tiga poin yang sederhana tadi bisa memberi lebih dari tiga poin manfaat. Just imagine, jika semua orang berprasangka baik, berbuat baik, dan punya rasa cinta pada yang lain, apa yang terjadi? Barangkali, mungkin saja, bisa saja, semua kerusakan yang terjadi di dunia ini tidak akan pernah terjadi. Seperti; berbagai perang di timur tengah karena perbedaan kepercayaan, pertumpahan darah karena perbedaan gen, kriminalitas yang marak terjadi di sekitar kita, dan bencana-bencana akibat ulah manusia. Mereka mungkin tidak akan sempat untuk melakukan hal seperti itu, karena mereka sibuk berbuat baik dengan yang lain.
Setelah itu, mungkin pada masa itu terjadi, bisa dikatakan dunia telah damai, dunia telah layak untuk dihuni, dunia telah pantas untuk ditinggali.

Salam perdamaian

Hana Annida

Advertisements
0

Renungan Petang

Ini ceritanya aku lagi di dalem bus *bukan cerita sih, emang beneran* trus throwback. Eh bentar, aku ceritain dari awalnya dulu *pembaca bubar* *lho jangan*
Aku lagi perjalanan pulang dari Semarang, 27 April 2014 trus cuaca Semarang sedang hujan rintik-rintik, lebih pasnya sih habis hujan. Ratusan tetesan hujan dari atas jendela bus di luar mengalir setiap kali bus bergerak. Dan hanya satu tetes air hujan yang berhasil menarik perhatianku. Satu tetes yang tidak bergeming. Hanya diam di tempat.
Zedd’s Clarity was on *waktu itu aku emang lagi dengerin lagu ini*. Kemudian, ada satu tetes lain yang turun menghampiri air yang diam tadi. Mereka dekat. Sangat dekat. Namun tidak bersatu. Hanya diam juga. Dalam jarak kurang dari satu sentimeter.
Bus berjalan, air kedua kembali menetes di kaca jendela. Tidak mendekat, justru menjauh. Dan semakin menjauh. Namun kemudian, sebuah kekuatan mendorong air tetes pertama untuk menetes mendekati air yang meninggalkannya tadi. Dan pas itu, liriknya lagu pas banget if our love is tragedy, why are you my remedy? Rasanya relatable gitu, air yang tadi diam bergerak menyusul air yang meninggalkannya. Dan… pas si Foxes nyanyi bagian if our love’s insanity, why are you my clarity? Kedua tetesan air tadi bersatu dan turun bersama.
Dan kemudian aku merenung, dalam diam. Sementara bus terus melaju, aku menyadari suatu hal. Seperti ada keterkaitan antara tetes air hujan di kaca jendela bus, lagu Clarity-nya Zedd, sama ceritaku.
Hei kamu, apakah kamu merasakan apa yang aku rasakan? Apakah ada kemungkinan kalau kita seperti dua tetesan air hujan itu? Jika cinta kita berakhir tragedi, mengapa kau menjadi pengobatanku? Jika cinta kita memang gila, mengapa kau menjadi pencerahanku?
If our love is tragedy, why are you my remedy?
If our love’s insanity, why are you my clarity?

0

The best

Halo halo halooo siapa kangen siapa kangen *krik* *kemudian tutup wordpress* hari ini, cuma mau ngasih tau *padahal gaada yang baca* *sedih* hari ini aku turning sixteen yaaayyy *krik banget sih*

Aduh tambah tua nih tapi alhamdulillah masih dikasih nafas sampe umur segini sama Allah. Alhamdulillah masih punya temen temen yang masih inget hari ini. Alhamdulillah beberapa resolusi taun 2014 udah ada yang tercapai (semoga sih). Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah.
But one thing yang mengubah dan bikin berbeda itu adalah sesuatu yang somehow stuck in my bag.

image

Ini dia. Terima kasih banyak atas beng beng maxx nya yang gede banget plus kue kering manis manis nyaa. Cukup untuk bikin mood membaik sampe malem ini hehe. Thanks!
Alhamdulillah lagi, masih bisa makan malem bareng keluarga (ngga sih, tepatnya cuma sama ibuk tercinta) di rumah makan thailand (ini traktiran aku). Alhamdulillah, walaupun bapak ngga di Solo tapi salam sayang selamatnya nyampe Solo (via whatsapp sih wkwk).
Sekali lagi, alhamdulillah atas semua nikmat pada hari ini dan hari-hari sebelumnya. Semoga dengan bertambahnya usia semakin pandai untuk belajar bersyukur di setiap kondisi. Aamiin aamiin aamiin ya rabbal alamiin.

Selamat malam, salam 16.

0

15

Selamat tanggal 15; bagi yang menyesalinya hehehe.

Kamu nyesel sama tanggal 15?
Engga, aku ngga menyesali kok, cuma mau ngucapin selamat ke yang menyesali aja hehehe. Buat apa repot-repot menyesali tanggal 15 kalo kamu punya tanggal spesial sepuluh hari lagi?

Trus yang kamu maksud menyesali siapa?
Siapa ya, siapa aja deh yang pernah salah langkah pas tanggal ini, trus nangis-nangis di tanggal 15 di tiap bulannya. Hehehe #sorrynotsorry sih.

Emang ada apa sih di tanggal 15?
Ngga ada apa-apa kok, cuma lelucon konyol yang ngga lucu.

Once more, Selamat Tanggal 15 Bagi yang Menyesalinya.

0

S O R R Y

If I ever cross on your mind right now, I want you to understand, and to know, and forgive me.

I’m truly sorry and apologize of everything that I did. I’d let you down. I did. You always ask me to come but I’d never get there. You always ask me to cheer you up but I’d never do my best.
I feel so sorry, I guess we’re no match; you really are a great great great guy, but I’m not really that great girl.
Once more, I apologize. I hope you get it, and don’t get mad at me.

((dedicated to a guy who; has sharp eyes, different accents, and honest personality))