0

Mengubah Masa Lalu

Pernahkah kau berada di sebuah tempat yang sebelumnya pernah kau kunjungi dan kau merasakan sesuatu yang berbeda? Dalam dirimu dan tempat itu, ada secuil momen yang tak bisa kau lupakan. Bahwa keberadaanmu di tempat itu sudah ditakdirkan di buku yang ada di tangan Tuhan.

Kau bisa melihat dirimu sendiri. Berjalan persis seperti yang kau lakukan tempo hari. 

Kau bisa melihat dirimu sendiri. Berkata persis seperti yang kau katakan tempo hari.

Kau bisa melihat dirimu sendiri. Berpikir persis seperti yang kau pikirkan tempo hari.

Namun, kau tak bisa mengubahnya. Mereka hanya seperti reka ulang kisahmu dengan perspektif yang berbeda. Dan kau hanya sebuah kumpulan jiwa yang hanya bisa melihat dan menyesal. Menyesali apa yang akan terjadi pada dirimu di tempat itu. Dan seluruh momen itu. Juga menyesali apa yang akan kau perbuat di momen berikutnya. Apa daya? Kau bukan Tuhan, kau tidak bisa memundurkan waktu atau mengubah masa lalu.

Setelah itu, setelah kau tahu semuanya, apakah mungkin kau akan melakukan kesalahan yang sama di momen yang memang benar akan kau lakukan dengan jiwa dan ragamu yang masih utuh?

Selamat Hari Jum’at!

Advertisements
0

Pesan dari Tembang “Gundul Pacul”

gundhul-gundhul pacul-cul
gembelengan
nyunggi-nyunggi wakul-kul
kelelengan
wakul ngglimpang segane dadi sak latar
wakul ngglimpang segane dadi sak latar

Siapa yang tidak kenal dengan syair tembang Jawa di atas? Kita semua tahu lagu anak-anak tersebut. Namun, barangkali kita hanya tahu nada dan liriknya tanpa tahu “maksud” tersirat yang terkandung di tiap syairnya. Siapa yang akan mengira kalau lagu ini memiliki pesan yang dalam kepada kita? Kali ini, kita akan menupas tuntas makna tembang dolanan di atas.

“Gundhul-gundhul pacul-cul”

Kata gundhul di kalimat ini memiliki arti kepala, sedangkan pacul adalah singkatan dari papat sing ucul, atau empat yang lepas. Makna kalimat ini adalah “empat yang lepas dari kepala”. Apa maksudnya “empat yang lepas”? Empat yang lepas itu adalah; telinga untuk mendengar, mata untuk melihat, hidung untuk mencium, dan bibir untuk berbicara. Siapa sangka bahwa empat pilar tersebut merupakan kunci sukses seorang pemimpin?

“Gembelengan”

Larik ini sebenarnya masih ada sangkutannya dengan yang sebelumnya. Bahwa empat pilar sebagai seorang pemimpin yang lepas dari tempatnya, akan membuat pemimpin tersebut gembelengan, atau tidak teratur kembali.

“Nyunggi-nyunggi wakul-kul”

Arti secara harfiah kalimat di atas adalah “memikul tempat nasi”, yang dimaksud tempat nasi di atas adalah aspirasi rakyat, harta rakyat, keinginan rakyat, dll. yang semestinya bisa dipikul oleh seorang pemimpin.

“Kelelengan”

Arti kata ini sama dengan gembelengan, yakni tidak teratur. Bahwa seorang pemimpin yang sudah kehilangan empat pilar penting, akan menjadi hancur dan tidak teratur ketika mencoba untuk memikul aspirasi rakyat.

“Wakul ngglimpang segane dadi sak latar”

Mungkin makna dari baris terakhir dari lagu dolanan ini sudah sangat jelas, yaitu akibat yang ditimbulkan jika wakul yang bertugas membawa aspirasi rakyat terjatuh atau ngglimpang. Segane dadi sak latar, bahwa semuanya benar-benar akan hancur lebur dan sangat sulit untuk ditata kembali. Sama halnya dengan negara ini, jika pemimpin kita mulai kehilangan empat pilar mereka, amanat yang mereka pikul akan jatuh dan mengakibatkan semuanya berceceran.

 

Aku cuma re-post yang dijelasin Pak Sasmito, guru sejarah, tadi. Benar atau tidaknya, aku juga kurang tahu. Kalaupun tidak benar, anggap saja yang tadi (mengenai pemimpin dengan empat pilar) sebagai selingan sore menjelang magrib. Selamat Sore!

0

Alouette

Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Je te plumerai la tete
Je te plumerai la tete
Et la tete
Et la tete
Alouett’
Alouett’
Oh,

Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Je te plumerai le bec
Je te plumerai le bec
Et le bec
Et le bec
Et la tete
Et la tete
Alouett’
Alouett’
Oh,

Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Je te plumerai le nez
Je te plumerai le nez
Et le nez
Et le nez
Et le bec
Et le bec
Et la tete
Et la tete
Alouett’
Alouett’
Oh,

Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Je te plumerai le cou
Je te plumerai le cou
Et le cou
Et le cou
Et le nez
Et le nez
Et le bec
Et le bec
Et la tete
Et la tete
Alouette’
Alouette’
Oh,

Alouette, gentille alouette
Alouette, je te plumerai
Je te plumerai le dos
Je te plumerai le dos
Et le dos
Et le dos
Et le cou
Et le cou
Et le nez
Et le nez
Et le bec
Et le bec
Et la tete
Et la tete
Alouett’
Alouett’
Oh,

Alouette, gentille alouette
Alouette je te plumerai
Alouette, gentille alouette
Alouette je te plumerai