0

Maya

Kita berjalan bersama

Di tengah ilalang yang menggelitik

Menyanyikan lantunan lembut Tennessee Waltz

Bersandiwara bak Adam dan Hawa

Atau Jack dan Rose

Namun semuanya hanya semu

Dan sesaat

Kau hanyalah sebuah refleksi dari pancaran sifat maya

Dan tidak selamanya

Taman tempat kita habiskan waktu bersama tiba-tiba hancur

Lebur

Bersamaan dengan perasaan kita yang juga tidak lagi utuh

Kau menemukan seorang Hawa-mu di padang ilalang yang berbeda

Dan kau mengasingkanku di sebuah lautan tak berujung

Aku kesepian di tengah sesaknya hidup

Mengapa terasa begitu cepat?

Inilah hidup, kawan

Tak selamanya bisa dijelaskan dengan fenomena fisika

Semuanya berubah hanya dalam kurun waktu yang singkat

Bahkan bisa lebih singkat dari 23 bulan

Sulit memang

Bahkan lebih sulit dari Albert Einstein’s Riddle

Well, c’est la vie.

0

Paradoks Sederhana

Apalah arti “Epimenides si orang Kreta mengatakan bahwa semua orang Kreta adalah pembohong”?

Apakah yang dikatakan Epimenides benar dan dia bukan seorang pembohong?

Apakah yang dikatakan Epimenides tidak benar dan dia seorang pembohong?

Dan jikalau Epimenides bukan seorang pembohong, apakah yang dikatakannya tidak benar?

Membingungkan, bukan?

Bagaimana bisa satu kalimat simpel menghasilkan tiga pertanyaan dan dua konklusi?

Tentu bisa. Itulah paradoks.

A simple sentence can causes a disease. A simple question can causes a thousand conclusions.

Who knows?

That’s paradox.

Jadi, hidupku tidak berbeda dengan suatu kata bernama paradoks. Aku bingung, bimbang, apa yang salah dengan hidupku? Kupikir aku menjalani sebaik yang lainnya. Namun, ini tidak seperti yang lain. — Paradoks pertama.

Aku mencoba mencari jalan hidupku, namun sesuatu menghalanginya. Aku bingung, bimbang, apa yang salah dengan air mata yang tiap hari mengalir? Apa yang harus kulakukan? — Paradoks kedua.

Aku ingin meninggalkan sebuah kenangan manis. Aku berusaha dan nyaris berhasil. Namun semuanya memintanya kembali. Aku bingung, bimbang, apa yang salah dengan keputusanku? Aku tidak tahu. — Paradoks ketiga.

Bagaimana caranya aku menjalani hidup penuh paradoks seperti ini? Apa yang harus aku lakukan? Aku bingung.