0

When I was younger

When I was younger I’d put my arms in my shirt and told people I lost my arms. I would restart the video game whenever I knew I was going to lose. I would sleep with all the stuffed animals so none of them would get offended. I had that one pen with 6 colors, and tried to push all the buttons at once. I poured my soda into the cap and acting like I was taking shots. I would hide behind a door to scare someone, but soon leaves because they were taking too long or I had to pee. I would fake being asleep, so my dad would carry me to the bed. I thought if my mom eats too many foods, she would be pregnant. I used to think that the moon followed my car. I would watch those two drops of rain foll down window and pretend it was race. I used to swallow fruit seeds and get scare to death that a tree was going to grow in my tummy. I thought if my feet stepped the line on the floor, I had to pee. I had believe and obey with every word Dora’s said. I had believe if there was a rainbow, I would slide on the surface. I had believe if I put my teeth under the pillow, the tooth fairy would come and give me a gift. I didn’t care about things like want to wear, my mom dressed me. I didn’t know what cutting was, I used to sit in the window at my bedroom and wonder if I should jump or not. I would go on computer just to use Paint. The only thing I had to take care of was a Tamagochi. I would see older kids on my bus in all black and just looked so emotionless. I used to hide in bathroom, only when crying though. I had no idea what’s the value of money. I took very long time to finish up my food. I watched Rugrats, Teletubbies, Dora the Explorer, Blues Clues, Powerpuff Girl, Hey Arnold, etc. I used my mom’s high heels and singing in the living room, prented I was singer. I didn’t know that there are countries and I thought Indonesia and UK were the whole world. I spent my time to drawing a picture so I needed a thousand sheets of paper. I did like Pink and Purple.

 

Remember when we were kids and couldn’t wait to grow up? What were we thinking?

Advertisements
0

Happy Birthday My Twitter!

Hello there! It’s 24th of January 2013. I made my twitter 3 years ago, fyi. Oh /sobbing/

*wiped the tears*

This is the munched by the way.

Image

 

And fyi, today is Kuaci’s Day. 2 years ago, when I was in 7. We all ate a thousand packs of Kuaci and decided to make this day for Kuaci’s Day. Lol. It has been a long time. How cute we were.

0

Pluvia

Hujan tak ubahnya iblis yang akan menghancurkan malam ini. Semuanya kini mulai gelap dan makin gelap lagi. Bahkan bulan pun mulai meredup, lebih redup, sampai tak terlihat. Bintang lenyap entah kemana. Semuanya hilang. Tapi tidak untuk hujan badai yang berhenti ini. Seolah dia tak peduli pada jutaan manusia dibawahnya. Dengan angkuhnya, air beserta angin menyiksa habis para  manusia.

Temperatur menunjukkan angka nominal dengan minus di depannya. Dinding batu ini tak menghalangi dinginnya iblis malam yang jahat. Menusuk tulang, dalam ke sumsum dan membekukannya dengan amat kejam. Api di perapian tak lebih hanya seperti lilin yang akan mati. Semuanya lama sekali berlalu dalam kegelapan dan dingin. Mata tak lagi bisa menutup dengan tenang dibawah suara gemuruh angin yang murka. Suara mengerikan yang biasa terdengar dari para srigala telah berubah menjadi dingin yang mencekam.

Malam merambat dengan amat sangat lambat. Menyelubungi udara dingin yang sudah makin dingin lagi. Angin telah lelah membuat keributan dan kini suasana hening bak kuburan tua. Sejauh telinga mendengar, yang terdengar hanya detakan jantung dan hembusan nafas. Terkadang pula terdengar badan yang menggigil disertai geligi yang gemerutuk. Hidung mulai membeku layaknya batu karang. Mata terasa pedas dan mulai memerah.

Sementara di luar sana, daun-daun bergesekan membuat sebuah alunan lembut. Mengiringi malam penuh kepedihan ini dengan melodi alami yang dimainkan oleh angin baik. Terkadang berharap ada burung yang ikut menyahut dengan siulan yang khas, namun tak muncul juga. Tapi ini semua sudah sangat cukup untuk menghangatkan kulit yang mulai kaku ini.

Tangan perlahan bergerak mencari sesuatu untuk dijejalkan di lambung yang mulai perih ini. Sejauh tangan merambat, tak ada secuil pun makanan di loteng. Malam mulai menjadi neraka ketika tiba-tiba petir menyambar pohon persik di luar. Merobohkan akarnya yang kuat dan membiarkannya mati tak berdaya di tanah. Seolah petir itu menyambar diriku dan bukan pohon itu. Aku merasa jatuh dan sakit. Dan gelap untuk selamanya.

1

Indonesiaku

Nun jauh di tenggara di Asia sana. Tak terlalu terpencil, namun cukup terabaikan dunia. Terbentuklah sebuah negara kepulauan dengan anugerah berbagai pemandangan yang eksotis. Laut-laut dengan ombak yang menggebu-gebu didampingi pasir yang menggairahkan. Air yang mengalir deras membasahi ubun-ubun mereka yang panas. Flora dan fauna yang komplit dan saling melengkapi satu sama lain. Membuktikan keelokan ciptaan Allah yang tak tertandingi.

Keanekaragaman macam umat manusia yang menghuni tiap kota yang ada. Suku, agama, ras, dan bahasa yang tak sedikit. Menghiasi tiap sentimeter daratan yang dimiliki. Senyum semangat dari Sabang sampai Merauke, menunjukkan siapa mereka sebenarnya. Berliter-liter peluh yang mereka tumpahkan untuk terus berkarya dan belajar, bukan sebuah masalah untuk menghapus semangat sang garuda.

Merah tak ubahnya darah daging mereka. Yang selalu mengalir dalam nadi dengan semangat yang tinggi. Berani dan tegar. Putih tak ubahnya kesucian agama mereka. Berbeda dan tetap satu. Semuanya dalam satu ikatan bersama gotong-royong. Garuda tak ubahnya diri mereka. Sayap dikepakkan pertanda kebersamaan dalam satu negara republik.

17 Agustus 1945. Hari yang lebih penting daripada nyawa mereka. Kemenangan atas penjajahan tak manusiawi oleh Belanda maupun Jepang. Darah membanjiri seisi kota bak air bah dimasa Nabi Nuh. Semuanya terbalas habis dengan kemerdekaan dan lahirlah Indonesia. Dengan UUD 1945 sebagai pedoman dan 6 presiden yang bukan sembarang.

Majulah Indonesiaku.

0

D-100 National Exam.

I just want to remind me and you guys. It’s 12 January already. 100 days to go to National Exam 2013. Time has passed away and it just one live to life. So, do everything to don’t get hurt or regret. Hwaiting.

Hana. Calon putih abu-abu SMAN 4.

0

I Knew A Man By Sight

I knew a man by sight, 
A blameless wight, 
Who, for a year or more, 
Had daily passed my door, 
Yet converse none had had with him. 

I met him in a lane, 
Him and his cane, 
About three miles from home, 
Where I had chanced to roam, 
And volumes stared at him, and he at me. 

In a more distant place 
I glimpsed his face, 
And bowed instinctively; 
Starting he bowed to me, 
Bowed simultaneously, and passed along. 

Next, in a foreign land 
I grasped his hand, 
And had a social chat, 
About this thing and that, 
As I had known him well a thousand years. 

Late in a wilderness 
I shared his mess, 
For he had hardships seen, 
And I a wanderer been; 
He was my bosom friend, and I was his. 

And as, methinks, shall all, 
Both great and small, 
That ever lived on earth, 
Early or late their birth, 
Stranger and foe, one day each other know.